Rabu,
8 Nopember 2017
SURVEI
KURIIKULUM 2013 SD NEGERI No. 35/I TEBING TINGGI
I.
Pendahuluan
1.1.Latar Belakang
Belum
semua sekolah di Kecamatan Pemayung merupakan penyelenggara Kurikulum 2013, ini
disebabkan keterbatan pendanaan dan kemampuan guru dalam melaksanakan kurikulum
2013 itu sendiri. Sebagai sekolah penyelenggara kurikulum 2013 sekolah tersebut
mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Batanghari dan guru yang ada disekolah tersebut dibekali dengan pemahaman
tentang kurikulum 2013 serta mendapatkan pendampingan dari instruktur yang
telah terlebih dahulumendapatkan pelatihan.
Sekolah Dasar Negeri No. 35/I Tebing Tinggi
merukan satu dari 4 SD dalam Gugus Kartini selaku penyelenganggara kurikuum
2013 dari tahun pelajaran 2015/2016 selama
satu semester kemudian dihhentikan sementara dan untuk tahun pelajaran
2016/2017 hingga saat ini masih terus dijalankan.
Untuk
itu penulis memilih SD Negeri No. 35/I Tebing Tinggi dijasikan tempat survey
karena penulis ingin memahami lebih jauh tentang pelaksanaan kurikulum 2013
1.2.Tujuan
a.
Menggali
informasi keterlaksanaan kurikulum 2013 di sekolah dasar
b.
Mengetahui
kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum 2013
II.
Pembahasan
2.1.Lokasi dan Waktu
a.
Lokasi
Surveri
SD Negeri No
35/I Tebing Tinggi Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari
b.
Waktu
Survei
Hari :
Rabu
Tanggal :
08 Nopember 2017
Waktu :
11.00 s.d 12.30
2.2.Objek Observasi
Pelaksanaan
kurikulum 2013 dengan cakupan kegiatan meliputi;
a.
Tujuan
Kurikulum 2013
b.
Materi
Kurikulum 2013
c.
Metode
Kurikulum 2013
d.
Sistem
Penilaian Kurikulum 2013
2.3.Hasil Observasi
a.
Tujuan
Kurikulum 2013
Kurikulum yang ada memiliki visi sekolah
menggambarkan cita-cita yang hendak dicapai, misinya berisi indicator yang
harus dilakukan sekolah, tujuan pendidikan disusun merujuk pada tujuan
pendidikan nasional dan berdasarkan karakteristik sekolah serta karakteristik
lingkungan.
b.
Materi
Kurikulum 2013
Materi dalam kurikulum yang ada sesuai
dengan potensi peserta didik, potensi daerah, tingkat perkembangan fisik
intelektual emosiaonal social dan spiritual peserta didik selain itu materi
bermanfaat bagi peserta didik,relevan dengan kebutuhan dan tuntutan lingkungan
sesuai pula dengan alokasi waktu dan sesuai dengan struktur keilmuan serta
sesuai dengan aktualitas,kedalaman, dan keluasan materi yang disyaratkan.
c.
Metode
Kurikulum 2013
Guru dalam melakukan pembelajaran
menggunakan model pembelajaran dengan berbagai metode, mengembangkan
keterampilan 5M(menanya, mengamati, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan,
mengkomunikasikan) degan kegiatan pembelajara berpusat pada siswa,
mengembangkan kreativitas, guru menciptakan kondisi menyenagnkan, bermuatan
nilai etika estetika logika dan kinestetika dan kegiatan pembelajaran
menyediakan pengalaman belajar yang beragam.
d.
Sistem
Penilaian Kurikulum 2013
Penilaian mencakup KI1. KI2.KI3, dan
KI4, memiliki KKM, ada kisi-kisi soal, lembar soal, pedoman pensekoran,
instrument penilaian(sikap, keterampilan, dan pengetahuan) dengan format
penilaian disediakan.
e.
Kendala
yang dihadapai sekolah
1.
Guru
merasa rumit dalam melakukan penilaian terhadap tiga ranah(afektif, psikomotor,
dan kognitif) karena instrumennya banyak
2.
Rapor
kurikulum 2013 terlalu banyak lembaran yang harus diisi sehingga dipandang
tidak efiisien
3.
Guru
masih merasa belum memahami secara utuh kurikulum 2013 menimbulkan keraguan
dalam berbuat khusunya dalam penilaian ini pula dipicu dari lemahnya kemampuan
penguasaan IT oleh guru.
III.
Penutup
3.1.Simpulan
Dari hasil
survei diatas dapat disimpulkan bahwa pelaksaan kurikulum 2013 di SD Negeri No.
35/I Tebing Tinggi telah berjalan dengan baik ini ditandai dengan kelengkapan
kurikulum 2013, materi sesuai dengan ketetntuan, metode yang digunakan guru,
serta penilaian telah dilakukan guru walau masih dalam keraguan.
3.2.Saran
Berasarkan
simpulan diatas dapat disarankan agar perlu peningkatan dalam penilaian
sehubungan guru masih dalam keraguan dan merasa penilaian sangat panjang dan
menjadi beban.
Untuk
meningkatkan tindakan yang dapat dilakukan addalah pembinaan melalui kegiatan
KKG atau pelatihan penialaian.
Sumber
;
Informasi kepala SD Negeri No. 35/I Teing Tinggi
Kecamatan Pemayung
Permendikbud
nomor 81A tahun 2013 tentang Implementasi kurikulum
Dari
paparan diatas bagaimana menurut anda?
Keluhan soal penilaian sering kita dengar bhkan sayapunn pernah mengeluhkan hal yg sama .dengan adanya pelatihan pikiran sdh mulai terbuka tentang proses penilaian.Penilaian dalam proses pembelajaran sendiri merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mengetahui potensi, perkembangan, dan upaya penanganan terhadap peserta didik. Fungsi penilaian bukan saja untuk mengetahui hasil sebuah proses pembelajaran, tetapi juga sekaligus sebagai acuan untuk menentukan penanganan peserta didik yang bermasalah. Bukan saja dalam materi pelajaran, tetapi juga meliputi sikap dan keterampilan. Ketiga aspek tersebut sangat terkait. Masing-masing tidak bisa berdiri sendiri. Ketiganya bersinergi dalam membentuk keberhasilan sebuah proses pembelajaran.
BalasHapusBenar sekali bu untuk itu harus benar benar memahami dan melakukan penilaian sebagai mana mestinya agar terungkap masalah yang seperti ibu sebutkan
HapusNah, kurikulum yang ada memiliki visi sekolah menggambarkan cita-cita yang hendak dicapai, misinya berisi indicator yang harus dilakukan sekolah, tujuan pendidikan disusun merujuk pada tujuan pendidikan nasional dan berdasarkan karakteristik sekolah serta karakteristik lingkungan.😊
BalasHapuskendala yang bpak jabarkan kurang lebih sama seperti yang lain alami yaitu Guru masih merasa belum memahami secara utuh kurikulum 2013 menimbulkan keraguan dalam berbuat khusunya dalam penilaian ini pula dipicu dari lemahnya kemampuan penguasaan IT oleh guru.
BalasHapuskalau bukan kita siapa lain yang akan merubah minset guru yang lain agar berusaha lebih keras lagi kedepannya . semoga dari guru maupun kepala sekolah sma2 bekerja sama agar kedepannya k13 disekolah bapak lebih berjalan lagi sebagaimana mestinya :)
Penilaian autentik memiliki relevansi terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai tuntutan Kurikulum 2013 yang mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik melalui 5 M. Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasikan, dan Mengomunikasikan. Penilaian autentik bertujuan untuk mengukur berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi di dunia nyata, Penilaian autentik dalam implementasi kurikulum 2013 mengacu kepada penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat” oleh peserta didik dan jurnal, pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan, keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek,, dan penilaian portofolio.
BalasHapusEvaluasi kurikulum merupakan usaha sistematis yang dilakukan untuk memperbaiki kurikulum yang masih tahap pengembangan maupun kurikulum yang telah di laksanakan agar menjadi lebih siap dimasa yang akan datang.lemahnya penguasaan guru di bidang IT bisa diatasi dengan cara belajar, asal individu willingness dan tanpa malu untuk menjadi manusia pembelajar.
BalasHapusBenar bu pepatah mengatakan dimana ada kemauan disitu ada jalan rasa malu akan sirna bila didorong dengan keinginan untuk berbuat lebih baik
BalasHapusAsslmkum...Dengan menggunakan model pembelajaran dengan berbagai metode, mengembangkan keterampilan 5M(menanya, mengamati, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan, mengkomunikasikan) Guru bisa menciptakan kondisi menyenagnkan, bermuatan nilai etika estetika logika dan kinestetika dan kegiatan pembelajaran menyediakan pengalaman belajar yang beragam. Terima kasih
BalasHapusKita, guru yang menganggap rumit karena guru sudah merasa sangat nyaman dengan pola lama, sehingga apapun bentuk perubahan selalu menganggap tidak efisien.
BalasHapusDengan melakukan evaluasi terhadap kurikulum diharapkan bisa menambah informasi terhadap pelaksanaan/implementasinya di sekolah, serta bisa di jadikan landasan bagi segala pihak terkait termasuk guru untuk berbenah dan melakukan yang terbaik lagi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah
BalasHapusDengan melakukan evaluasi terhadap kurikulum diharapkan bisa menambah informasi terhadap pelaksanaan/implementasinya di sekolah, serta bisa di jadikan landasan bagi segala pihak terkait termasuk guru untuk berbenah dan melakukan yang terbaik lagi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah
BalasHapusdari paparan bpk di atas walapun metode penilaian yg di lakukan guru msih dlam keraguan, dpat di simpulkan bahwasanya kurikulum merupakan bagian dari pendidikan dalam lingkup yang luas dan merupakan alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidiakn,dan dalam hal ini siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya,lingkungan orang-orang,alat-alat dan ide-ide,dan tugas utama seorang guru pun adalah menciptakan lingkungan tersebut ,untuk mendorong siswa melakukan interaksi yg produktif dan memberikan rancangan dlam suatu rencana mengajar dan dalam menentukan materi pembelajran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan.dan dari evaluasi tersebut merupakan akar dari pembenahan yang positif dalam rangka memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam suatu kurikulum. semoga dengan adanya kurikulum KTSP maupun kurikulum 2013 bisa diterapkan dan terlaksanya proses pembelajran dengan baik
BalasHapustrima ksih..
Saya setuju untuk menghilangkan dan menghindari keraguan pendidik juga meningkatkan pengetahuan pendidik dilaksanakan kkg atau pelatihan- pelatihan.. Trimk...
BalasHapusmemang benar pak, dalam pembelajaran guru dituntut harus menciptakan kondisi menyenagnkan, bermuatan nilai etika estetika logika dan kinestetika dan kegiatan pembelajaran menyediakan pengalaman belajar yang beragam. karena dapat menjadi daya tarik bagi siswa untuk mau belajar.
BalasHapusMenurut saya peran kepala sekolah sangat penting diantaranya memberikan motivasi, mengikutkan guru dalam kegiatan pelatihan kurikulum 2013, mencari informasi dari sekolah lain tentang pembaharuan kurikulum 2013 dan memberikan informasi terbaru kepada guru,serta mengadakan surpervisi
BalasHapusYang mungkin bisa dijadikan salah satu indikator keterlaksanaan kurikulum 2013 adalah pada proses penilaian. Selain mendengarkan keluhan secara langsung dari bapak ibu guru tentang ribet dan rumitnya cara menilai secara autentik, tingkat pemahaman dan keterlaksanaan proses penilaian autentik ini bisa dilihat dari daftar nilai yang dibuat oleh guru. Beberapa celetukan dari orang tua, murid, dan guru yang mungkin bisa dijadikan bahan renungan di antaranya sebagai berikut: "Proses menilainya begitu kompleks dan melelahkan, hasilnya kok seragam. Nilai kok cuma A dan B."
BalasHapusEvaluasi kurikukum di laksanakan agar guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran
BalasHapus