Rabu, 01 November 2017

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Rabu, 01 Nopember 2017
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SD NEGERI No. 35/I TEBING TINGGI

I.         Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
Dari sekian banyak sumber daya pendidikan, kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi perserta didik. Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrument untuk mengarahkan peserta didik menjadi; (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah, (2) manusia terdidik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan (3) warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.(Dirman dan Cicih Juarsih;2014)
Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapai, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal.
Sejalan dengan arahan undang-undang No 20 tahun 2003 telah ditetapkan pula visi pendidikan tahun 2025 yaitu menciptakan insan  Indonesia yang cerdas dan kompetitif. Cerdas yang dimaksud adalah cerdas komprehensip, yaitu cerdas spiritual dan cerdas social/emosional dalam ranah sikap, cerdas intelektual dalam aranah pengetahaun, sert cerdas kinestetis dalam ranah keterampilan.
Dengan demikian kurikulum 2013 adalah dirancang dengan tujuan untuk mempersiapkan Indonesia supaya memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarkat, berbangsa, bernegara dan berperadaban dunia.
Setiap adanya kurikulum baru  dipandang oleh sejumlah kalangan memiliki sejumlah kelebuhan. Saa halnya kurikulun 2013 memilikki sejumlah keunggulan(E Muyasa,2013;164 dalam Abdullah Idi;2014) dalam implementai kurukulum 2013 yang perlu dilakukan adalah pentingnya implementasi kurikulum 2013 secara efektif.
Dalam tahun pelajaran 2014/2015 telah dilaksanakan penerapan kurikulum 2013 untuk kelas 1, 2, 4, dan 5 semester ganjil, akan tetapi tidak diteruskan dengan semester dan tahun pelajaran berikutnya akibat banyak ditemukan kendala dalam pelaskanaannya dan kemudian pada tahun pelajaran 2016/2017 hingga sekarang diteruskan kembali pelaksanaannya dengan sekolah penyelenggara ditentukan oleh pemangku kebijakan dan bagi sekolah yang mampu untuk melaksanakannya
1.2  Tujuan Penulisan
      Berpijak dengan latar belakang di atas tujuan penulisan ini antar lain;
1.  Ingin menjelaskan sejauhmana impelementasi kurikulum 2013 disekolah penyelenggara kurikulum 2013
2.     Mengugkapkan kendala yang dihadapi sekolah penyelenggara kurikulum 2013

II.      Pembahasan
2.1 Sekolah Penyelenggara kurikulum 2013
SD Negeri No. 35/I Tebing TInggi Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari merupakan SD Imbas dari Gugus Kartini dengan SD intinya adalah SD Negeri No. 20/I Jembatan Mas.
Untuk tahun pelajaran 2017/2018 Gugus Kartini merupakan Gugus yang dipercaya untuk melaksanakan kurikulum 2013 dan SD Negeri No. 35/I Tebing Tinggi adalah satu dari 4 SD dalam Gugus Kartini yang juga merupakan pelaksana kurikulum 2013 tahun pelajaran 2017/2018.
Karena pelaksanaan kurikulum 2013 adalah tahap awal dan menurut ketentuan yang berlaku harus dilaksanakan tentunya seluruh personil sekolah harus bekerja keras untuk melaksanakan kurikulum 2013. Berdasarkan hal tersebut tentunya ada beberapa hal yang ingin penulis ketahui diantaranya bagaimana implementasi kurikulum 2013 di SD negeri No. 35/I Tebing Tinggi.
2.2  Perolehan Data
Untuk menjelaskan implementasi kurikulum 2013 di SD Negeri No, 35/I Tebing Tinggi penulis mendatangi skolah daa menggunakan instrument yang diberikan kepada kepala sekolah selaku penanggungjawab atas terlaksananya kurikulum 2013 di sekolah tersebut.
Adapun  data yang akan diungkap adalah keberadan perangkat kurikulum, sosialisasi perangkat kurikulum, kesiapan guru, kesiapan siswa, dan pemahaman orang tua terhadap kurukulum 2013.
2.3    Hasil Pengolahan Data
Dari hasil angket diperoleh informasi sebagai berikut;
1.       SD Negeri No. 35/I Tebing Tinggi melaksanakan kurikulum 2013 sejak tahun pelajaran 2014/2015 hingga sekarang yang pelaksanaannya secara bertahap hingga saat ini kelas yang menggunakan kurikulum 2013 adalah kelas I, II, IV dan V
2.      Perangkat kurikulum 87,5 % ada yang meliputi; kurikulum 2013, pedoman kurikulum, pedoman pendidikan ekstrakurikuler, pedoman pembelajaran, pedoman penilaian hasil belajar, pedoman evaluasi kurikulum, pedoman pendidikan kepramukaan ada kecuali pedoman bimbingan konseling
3.      Sosialisasi perangkat kurikulum kepada guru, komite dan orang tua siswa
4.      Pemahaman guru terhadap kurikulum 2013 75% yang meliputi; pemahaman terhadap kurikulum 2013, penyusunan perencaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan proses penialan pembelajaran, penggunaan model pembelajaran, penusunan alat evaluasi pembelajaran,dan pelaksajaan ujian akhir semester,
5.      Pemahaman siswa terhadap kurikulum 2013 ada 75%  ditandai dengan pemahaman kurikulum, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, ketuntasan belajar, dan kreativitas siswa dalam pembelajaran
6.      Pemahaman orang tua terhadap kurikulum 2013 ada 75% , dan orang tua merasa senang anaknya belajar menggunakan kurikulum 2013 100%
7.      Materi kurukulum sesuai dengan tingkat pemahaman siswa SD.
8.      Hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan kurikulum 2013 antara lain;
a.       Buku guru dan buku siswa yagn dipesan terlambat datang’
b.      Buku pemerintah kurikulum 2013 hanya ada untuk kelas I,
c.       Buku Kurikulum 2013 dibeli sekolah  melalui penerbit harganya maham
d.      Cara penilaian terlalu panjang
e.   Belum seluruh guru mendapat pelatihan tentang pelaksanaan kurikulum 2013, dari informasi guru yang pernah mengikuti diklat  baru guru mendapatkan informasi.

III.   Penutup
3.1 Simpulan
Dari pembahasan di atas dapatlah disimpulkan bahwa;
1.      SD Negeri No. 35/I Tebing Tinggi tinkat kesiapan melaksanakan kurikulum 2013 sangat bagus, ini dibuktikan dengan keberadaan perangkat kurikulum, sosialisasi kurikulum, pemahaman guru, kegiatan siswa, dan pemahaman orang tua terhadap kurkulum baik,
2.      Dalam melaksanakan kurikulum 2013 SD Negeri No 35/I Teing Tinggi terkendala dengan distribusi buku siswa dan buku guru, cara penilaian yang dirasakan guru melalui proses yang sangat panjang, dan belum semua guru mendapatkan pelatihan kurikulum 2013.
3.2 Saran
Agar kurikulum 2013 berjalan di sekolah sebagaimana yagndiharapkan, hendaknya pendistribusian buku siswa da buku guru perlu mendapat perhatian khusus, guru diberi pelatihan tentang pelaksanaan kurikulum 2013 secara utuh. Guru hendaknya merubah paradigma lama tentang  cara melakukan penilaian terhadap siswa dari penilaian hasil ke penilaian proses.
Pelaksanaan kurikulum 2013 tidak boleh setengah hati agar apa yang menjadi amanat undang-undang dapat tercapai. Sebab Kurikulum 2013 dilaksanakan guna mempersiapkan generasi  Indonesia yang cerdas dan kompetitif. Cerdas yang dimaksud adalah cerdas komprehensip, yaitu cerdas spiritual dan cerdas social/emosional dalam ranah sikap, cerdas intelektual dalam aranah pengetahaun, sert cerdas kinestetis dalam ranah keterampilan.

Bagaimaakah menurut anda?

Referensi:
Dirman dan Cici juarsih, 2014; Pengembangan kurikulum dalam rangka implementasi standar proses pendidikan siswa;Jakarta, PT Rineka Cipta.
Widyastono, Herry; 2014; Pengembangan Kurikulum di Era Otonomi Daerah dari kurikulum 2004, 2006, ke 2013; Jakarta, Bumi Aksara.

Idi, Abdullah; 2014; Pengembangan Kurikulum teori dan praktik, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada. 

31 komentar:

  1. ass, saya sangat sependapat dengan artikel diatas, dengan adanya kerja sama yang solid dari semua elemen yang terkait dalam penerapan k13 maka semua masalah diatas akan dapat berjalan sebagaimana mestinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar pak malik, kerjasama antara semua elemen dari pemerintah, pengawas, kepala sekolah, guru, murid bahkan orang tua serta sarana dan prasana dapat mewujudkan K13 sesuai keinginan

      Hapus
    2. Ya bila semua elemen bersinergi kegiatan akan berjalan seperti yang diharapkan

      Hapus
  2. Perubqhn kurikulum dibuat agar pendidikan lebih baik lagi namun kekurqngan pasti terjadi untuk mengatasinya yaitu dengan cara evaluasi baik udari visi maupun misi yg dibuat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bu evaluasi itulah untuk mengetahui dimana kekuatan dan dimana kelemahan dan langkah apa yang harus ditempuh untuk perbaikan agar sempurna

      Hapus
  3. Assalmkum...Kurikulum 2013 baik diterapkan tetapi banyak sekali hambatan yang dikeluhkan disekolah2. Bagaiman sebaiknya sebagai seorang guru bapak menyingkapi hal tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Guru harus kreatif dan inovatif jangan hanya selalu menunggu dan menunggu sebab waktu terus berlalu jangan biarkan lewat begitu saja tanpa berbuat

      Hapus
  4. kurikulum 2013 dalam penerapannya lebih menekankan tentang pendidikan karakter.Apa upaya yg harus di lakukan seorang pendidik dalam menanamkan nilai-nilai karakter tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam proses pembelajaran nya dilakukan penanaman karakter misalnya budaya antre saat siswa mengumpulkan tugas diminta bergantian,saat berdoa diminta tertib tidak sambil bermain,dan lain sebagainya

      Hapus
  5. Kurikulum 2013 sudah dilaksanakan. Apakah semua sekolah sudah dapat menjalankan kurikulum tersebut dengan baik khususnya sekolah piloting?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf bu sulit menjawabnya karena belum melakukan survei terhadap semua sekolah yang melaksanakan k13 khusus untuk sekolah piloting menurut hemat saya sepertinya kendala tidak jauh beda dengan yang sedang kita diskusikan

      Hapus
  6. Cara penilaian kurikulum 2013 tidak dengan cara panjang tapi dengan cara otentic yang berkesinambungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak maksud cara panjang disini format penilaian cukup banyak yang harus diisi dan dirasa guru menyita waktu

      Hapus
  7. sangat menarik artikel yang bapak tulis,semoga untuk selanjutnya SD 35 Tebing tinggi ini semakin sukses dalam pelaksanaan Kurikulum 2013

    BalasHapus
  8. Penilaian yang dilakukan guru untuk mengisi rapor dilihat dari penilaian portofolio, rubrik penilaian, penilaian diri sendiri, dan juga dilihat dari ulangan harian atau tugas yang telah diberikan oleh guru. SKL Kurikulum 2013 berisi mengenai sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Implementasi Kurikulum 2013 tidak ada peserta didik yang tidak naik kelas karena peserta didik memiliki kelebihan tersendiri pada setiap kompetensi dasar, sehingga meskipun hanya menguasai satu kompetensi dasar mereka tetap bisa dinyatakan naik kelas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Konsep belajar k13 adalah belajar tuntas bu jadi semua harus mampu menuntaskan KD yang dipelajari bila terjadi keterlambatan perlu program remedial untuk itu dalam menyusun perencanaan pembelajaran sebelumnya guru harus mengalisis secara keseluruhan yaitu dari aspek kurikulum materi siswa sarana dan penilaian yang digunakan

      Hapus
  9. Karena keterlambatan pendistribusian buku ke sekolah,menurut saudara bagaimana mengatasi masalah tersebut

    BalasHapus
  10. Kepala sekolah bersama guru dan komite sekolah menyepakati pengadaan buku dengan mengunduh lewat Internet sesuai kebutuhan bu

    BalasHapus
  11. Kurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk menjadikan guru pembelajar perlu pembinaan yang frekuensi pembinaannya perlu ditingkatkan dan bila guru masih juga enggan berikan panismen yang sifatnya menjadi kan ia merasa rugi

      Hapus
  12. mengacu pada permasaahan-permasalahan tersebut ,pastinya pemerintah harus mengubh atau pling tidak memudahkan pelaksanaan kurikulum 2013 ini,jika yang ingin di capai adalah keterampilan sebagai hasil yang paling bnyk di harapkan pada sekolah dasar akan lebih baik jika dlm penilaian juga tidak terlalu di pusingkan dengan format-format penilaian yg menyulitkan,dan dalam hal ini juga guru ke dpannya di tuntut tidak hanya cerdas tetapi juga adaptip terhadap perubhan kurikulum 2013 ini,trma ksih...

    BalasHapus
  13. Nah, pelaksanaan kurikulum 2013 tidak boleh setengah hati agar apa yang menjadi amanat undang-undang dapat tercapai. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar bu dalam melaksanakan kurkulum tidak boleh setengah hati agar apa yang diharapkan dari implementasi kurikulum 2013 terlaskana dengan baik.

      Hapus
  14. Kendala buku guru, buku siswa, penilaian dan sosialisasi barangkali hidupkan kkg rutin, baik di sekolah, gugus maupun antar gugus diharapkan setiap guru memperoleh informasi jika tidak mau guru secara mandiri belajar melalui ict dan untuk buku pada prinsipnya ada yang melalui downloud, hanya saja bagaimana agar setiap guru menyadari bahwa 4 kompetensi guru telah melekat pada dirinya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar pak untuk mengatasi masalah buku telah dilakukan download buku siswa dan guru oleh pihak sekolah akan tetapi dana untuk penggandaannya membutuhkan biaya yang cukup banyak

      Hapus
  15. Buku memang penting untuk pembelajaran...namun guru lebih penting untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yg sesuai dgn tuntutan zaman selain dari buku sumber...trims...wsalm...

    BalasHapus
    Balasan
    1. selain dari buku yang dijadikan sumber belajar adalah lingkungan sekolah dan lingkungan disekitar sekolah dan internet yang menyediakan berbagai informasi yang bermanfaat untuk pembelajaran.

      Hapus
  16. Dari hambatan-hambatan di atas, "Cara penilaian terlalu panjang" menurut pendapat bapak bagai mana cara mengatasinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. masalah penilaian sebenarnya memang membutuhkan ketelatenan guru dan kepiawaian guru dalam mengisi format penilaian yang ada. pekerjaan tersebut tidak akan dirasa panjang dan rumit bila guru mampu menggunakan IT untuk penilaian. jadi untuk mengatas masalah penilaian K13 guru dibekali dengan kemampuan menguasai komputer.

      Hapus